Cari Berita

Potret Benteng Rotterdam, Tempat Hari-hari Terakhir Pangeran Diponegoro

Tim DANDAPALA - Dandapala Contributor 2025-04-02 10:15:35
Benteng Rotterdam, Makassar (andi/dandapala)

Makassar- Dibangun tahun 1545, Benteng Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi saksi panjang sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Salah satunya menjadi tempat hari-hari terakhir Pangeran Diponegoro.

Benteng ini dibangun Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumaparisi Kallonna. Pada 1667 terjadi Perjanjian Bungaya sehingga benteng itu pindah ke tangan VOC.

Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Benteng ini juga merupakan markas militer dan pemerintahan daerah Belanda hingga tahun 1930-an. 

Benteng ini dipugar pada tahun 1970-an dan sekarang menjadi pusat budaya dan pendidikan, tempat untuk berbagai acara musik dan tarian, serta tujuan wisata.

Di benteng ini, Pangeran Diponegoro disingkan oleh Belanda. Sebelumnya dipindahkan dari pengasingannya di Manado. Ia menginjakkan kaki di benteng itu pada 11 Juli 1833 bersama keluarga kecilnya dan 23 pengikutnya.

Dalam buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855, sejarawan Peter Carey, menceritakan Pangeran Diponegoro dan keluarganya cuma bisa beraktivitas di dalam tembok benteng. Saat matahari terbenam, kamar mereka diperiksa satu per satu untuk memastikan tak ada yang kabur.

Di hari-hari terakhirnya, Diponegoro meminta pemerintah setempat juga menyediakan lahan pusara untuk keluarga kecilnya. Termasuk pula rumah tinggal serta masjid kecil. Sang pangeran mangkat pada Senin 8 Januari 1855 di usia 69 tahun.

Kini, Benteng Rotterdam menjadi cagar budaya dan tujuan wisata. Bangunan yang tua dan ikonik cocok untuk menjadi lokasi foto, selain menyelami sejarah perjalanan bangsa. (asp)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp Ganis Badilum MA RI: Ganis Badilum