Cari Berita

Transformasi Digital PN Bangkalan Lewat SIPECUT & Buku Tamu

article | Serba-serbi | 2025-07-29 08:00:54

Bangkalan, Jawa Timur — Dalam semangat mendukung digitalisasi layanan dan peningkatan efisiensi administrasi, Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan menggelar Sosialisasi Aplikasi SIPECUT dan Buku Tamu Digital pada Selasa (29/7), bertempat di Ruang Sidang Utama PN Bangkalan. Ketua PN Bangkalan, Danang Utaryo, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya inovasi digital sebagai bentuk adaptasi menuju pengadilan modern. "Digitalisasi bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas kerja," ungkapnya dalam sambutan.Sesi pertama memperkenalkan SIPECUT (Sistem Permohonan Cuti Elektronik), sebuah sistem internal yang dikembangkan oleh Kasubbag Kepegawaian dan Ortala Fariza. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengajuan cuti secara digital oleh seluruh pegawai, lengkap dengan fitur persetujuan berjenjang dan pencatatan otomatis. Dengan antarmuka yang sederhana namun fungsional, SIPECUT diharapkan menjadi solusi praktis dalam pengelolaan cuti pegawai yang lebih efisien dan terdokumentasi.Berlanjut pada sesi kedua, peserta dikenalkan dengan Buku Tamu Digital, sebuah inovasi layanan yang digagas langsung oleh Ketua PN Bangkalan dan dikembangkan oleh Hari Setyawan, CPNS staf Subbagian PTIP. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan kunjungan tamu secara elektronik, dilengkapi fitur notifikasi otomatis kepada pejabat yang dituju, serta sistem pelaporan digital yang efisien.Buku Tamu Digital dirancang bukan untuk menggantikan fungsi layanan PTSP+, melainkan melengkapinya. Kehadiran sistem ini memperkuat sistem monitoring dan dokumentasi kunjungan secara real time, dan memberikan nilai tambah dalam hal kecepatan, ketertiban, dan transparansi penerimaan tamu di lingkungan pengadilan.Sebagaimana informasi yang diterima Dandapala, Sosialisasi berlangsung interaktif, dengan antusiasme para peserta dalam menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait implementasi aplikasi. "Komitmen untuk mendukung sepenuhnya penggunaan kedua sistem ini dan melakukan evaluasi secara berkala demi keberlanjutan inovasi.Melalui peluncuran SIPECUT dan Buku Tamu Digital, PN Bangkalan kembali menunjukkan langkah nyata dalam transformasi digital layanan peradilan, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi inisiatif dan kreativitas internal sebagai motor penggerak perubahan," pungkas Ketua PN Bangakalan. (Ikaw/zm/fac)

Meneropong Pojok Literasi di PN Paringin

article | Serba-serbi | 2025-07-16 17:00:31

Paringin - Pengadilan Negeri Paringin meluncurkan program inovatif yaitu “Pojok Literasi Pengunjung” sebuah sudut baca yang disediakan khusus bagi para pencari keadilan dan pengunjung yang ingin mengisi waktu tunggu dengan kegiatan positif dan bermanfaat."Pojok Literasi ini adalah bagian dari semangat kami dalam menghadirkan wajah peradilan yang ramah dan terbuka. Literasi hukum dan umum menjadi penting agar masyarakat dapat semakin sadar dan paham akan hak-haknya", ucap Ketua Pengadilan Negeri Paringin, Deka Rachman Budihanto kepada Tim DANDAPALA.Lebih lanjut, Pojok Literasi ini menyediakan beragam bacaan mulai dari buku-buku hukum, majalah DANDAPALA, hingga bacaan populer lainnya. Harapannya, suasana pengadilan tak lagi terasa menegangkan, tapi juga menjadi ruang yang edukatif dan inklusif bagi Pengunjung Para Pencari Keadilan khususnya di Kabupaten Balangan. Inisiatif ini juga menjadi upaya konkret Pengadilan Negeri Paringin dalam mendukung gerakan literasi nasional serta memperkuat citra peradilan sebagai institusi yang peduli pada pengembangan wawasan masyarakat. “Pojok Literasi Pengunjung juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, memperluas pengetahuan, dan mendorong dialog yang lebih sehat di tengah masyarakat serta menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat. Ke depan, Pengadilan Negeri Paringin akan terus memperbarui koleksi buku dan membuka ruang kolaborasi dengan pihak eksternal yang peduli pada literasi dan pendidikan publik khususnya terkait dunia hukum dan peradilan di Indonesia", harap Ketua PN tersebut. Kemudian, Pojok Literasi ini juga menjadi sarana pendekatan sosial antara lembaga peradilan dan masyarakat. Dengan suasana yang lebih akrab, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa takut atau canggung saat datang ke pengadilan. Program ini sekaligus menjadi simbol bahwa keadilan bukan hanya soal memutus perkara, tetapi juga mencerdaskan. Melalui langkah ini, Pengadilan Negeri Paringin tidak hanya menjalankan fungsinya yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan, tetapi juga sebagai pelopor transformasi sosial dan intelektual di daerah. IKAW/FAC

Model (Morning Day Clean & Laugh), Terobosan Sederhana Bermakna Di PN Kotabaru

article | Serba-serbi | 2025-07-13 14:00:14

Kotabaru - Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru Kalimantan Selatan berupaya memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Selain menghadirkan inovasi-inovasi berbasis digital seperti izin besuk tahanan (Sisuka), permohonan surat keterangan tidak pernah dipidana secara elektronik (SKTPD Online), juga ada inovasi kegiatan internal diantaranya MODEL (Morning Day Clean and Laugh).“MODEL adalah sebuah kegiatan kebersihan lingkungan kantor di pagi hari selama 30 menit sebelum jam masuk kantor pukul 08.00 WITA. Giat ini dilakukan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis setiap pekan yang dilaksanakan oleh seluruh aparatur Pengadilan Negeri Kotabaru mulai dari pimpinan sampai dengan tenaga PPNPN”, bunyi rilis berita yang diterima Tim Dandapala dari pengadilan tersebut.Lebih lanjut, kegiatan MODEL sendiri sudah berjalan secara rutin dalam satu tahun terakhir. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas kebersihan, kerapian serta keindahan kantor guna memberikan rasa nyaman bagi para pencari keadilan dan pengguna pengadilan.Usut punya usut MODEL ini diinisiasi oleh Sekretaris Pengadilan Negeri Kotabaru, Muhammad Adithya, yang pada awalnya hanya melibatkan staf kesekretarian namun dalam perkembangannya saat ini diikuti juga oleh personil kepaniteraan dan disupport oleh pimpinan. Muhammad Adithya menyampaikan, kegiatan MODEL ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi dalam pelaksanaannya diselingi game/permainan seperti lomba pengumpul sampah terbanyak, permainan tebak kata, yang bertujuan menghilangkan kejenuhan sekaligus meningkatkan kekompakan dan memperkokoh silaturahmi antar aparatur. “MODEL ini sebagai perwujudan kesungguhan PN Kotabaru dalam upaya memberikan peningkatan pelayanan bagi pencari keadilan dengan menyediakan tempat yang bersih, rapi, dan nyaman, serta selaras dengan Program AMPUH dari Ditjen Badilum”, ujar Ketua Pengadilan Negeri Kotabaru, Guntur Pambudi Wijaya. (fac)