Mengelilingi Jakarta, tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke kawasan Kota Tua. Dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), m bangunan dan arsitektur bersejarah peninggalan Belanda banyak menghiasi kawasan ini.
Di antaranya Stadhuis (Balai Kota) dibangun pada tahun 1707-1710 dan Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia (Pengadilan Tinggi Hindia Belanda) dibangun pada tahun 1870-1876. Keduanya kini beralih fungsi menjadi Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Seni Rupa dan Keramik.
Balai kota Batavia mulanya difungsikan sebagai kantor administrasi kota Batavia. Bangunan ini juga digunakan sebagai tempat College van Schepenen (Dewan Kotapraja) dan Raad van Justitie (Dewan Pengadilan). Di dalamnya, terdapat ruang sidang yang berfungsi sebagai pengadilan tingkat pertama dan tertinggi untuk perkara perdata dan pidana yang melibatkan VOC, tentara, dan warga Eropa. Selain itu, lembaga ini juga berfungsi sebagai pengadilan banding atas putusan College van Schepenen (pengadilan kota).
Baca Juga: Cornelis Van Vollenhoven, Berjasa atas Lahirnya Hukum Adat Hindia Belanda
Balai kota juga dilengkapi ruang tahanan yang pada masa VOC dijadikan penjara utama di kota Batavia. Bangunan bertingkat satu pernah berdiri di belakang bangunan ini sebagai penjara yang dikhususkan bagi tahanan yang mampu membiayai kamar tahanan mereka sendiri.
Namun berbeda dengan penjara yang berada di bawah gedung utama. Hampir tidak ada ventilasi dan minimnya cahaya penerangan hingga akhirnya banyak tahanan yang meninggal sebelum diadili di Dewan Pengadilan.
Bekas Gubernur Jenderal Belanda di Sri Lanka Petrus Vuyst, Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro adalah beberapa tahanan yang pernah menempati penjara balai kota.
Baca Juga: Hooggerechtshof van Nederlandsch-Indië, Pendahulu Mahkamah Agung pada Masa Kolonial Belanda
Penjara di balai kota ditutup pada tahun 1846 lalu dipindahkan ke Molenvliet Oost (Jalan Gajah Mada) dan kemudian dipindahkan lagi ke gedung Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia (Pengadilan Tinggi Hindia Belanda) / Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta pada tahun 1870 yang terletak tepat di sebelah timur Museum Sejarah Jakarta.
Jika sedang berada di Jakarta, jangan lupa untuk mengunjungi kedua bangunan ini, termasuk melihat “Lukisan Tiga Keputusan Pengadilan”, yang disimpan di Museum Sejarah Jakarta. (al)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI