Cari Berita

Dirjen Badilum: Kami Kerjasama dengan PPATK, Cegah Praktik Nir-integritas!

Jatmiko Wirawan - Dandapala Contributor 2026-02-23 16:20:29
Dok. Ist.

Medan - Komitmen menjaga integritas kembali ditegaskan dalam Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi dan Teknis Yudisial bagi hakim dan aparatur peradilan di lingkungan Pengadilan Tinggi Medan, yang digelar secara daring pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti seluruh hakim dan Aparatur Sipil Negara dari Pengadilan Tinggi Medan dan Pengadilan Negeri se-Sumatera Utara.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Bambang Myanto dalam sambutan sekaligus pembukaan resmi menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama lembaga peradilan. “Integritas harga mati. Jangan sampai turun dan lengah” tegasnya secara daring di hadapan para peserta.

Ia mengingatkan bahwa tantangan integritas kini semakin kompleks, termasuk dalam hal transaksi keuangan. “Penukaran mata uang asing terpantau dan dilaporkan. Kami akan bekerja sama dengan PPATK untuk mencegah praktik yang tidak berintegritas” ujarnya. Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pencegahan dini agar aparatur peradilan tidak terjerumus pada praktik yang mencederai marwah lembaga.

Baca Juga: MA Dan PPATK Gelar Pelatihan, Perkuat Kapasitas Hakim Hadapi Kejahatan Keuangan

Menurut Bambang, aspek integritas juga telah menjadi pertimbangan penting dalam promosi dan mutasi. “Mahkamah Agung melihat apakah seorang hakim berintegritas atau tidak, apakah perilakunya sesuai atau tidak dengan kode etik dan pedoman perilaku hakim, semuanya akan terpantau” katanya.

Baca Juga: Wujudkan Peradilan Inklusif, PN Banjar Jabar Kolaborasi dengan Dinsos dan SLB

Senada dengan itu, Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Siswandriyono mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kehormatan profesi. “Integritas harus dijaga. Kepercayaan publik lahir dari sikap dan perilaku kita sehari-hari” ujarnya. “di PT Medan, kami telah menutup semua akses yang berpotensi mempertemukan aparatur peradilan dan pihak eksternal. Beberapa akses yang diawasi adalah kantin dan masjid kantor. Selain itu semua aktivitas pegawai juga dipantau oleh CCTV yang merekam suara dan gambar” Tegas Siswandriyono.

Dengan pesan yang tegas dan lugas, kegiatan ini menegaskan bahwa profesionalisme peradilan tidak dapat dipisahkan dari integritas. Menjaga marwah peradilan adalah tanggung jawab bersama, tanpa kompromi. (Jatmiko Wirawan)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…