Cari Berita

Internalisasi Komitmen Integritas lewat Siraman Rohani Ramadhan di PN Dataran Hunipopu

Humas PN Dataran Hunipopu - Dandapala Contributor 2026-02-24 14:55:51
Dok. PN Dataran Hunipopu

Kab. Piru, Maluku — Suasana religius menyelimuti lingkungan Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu pada Senin (23/02). Bertempat di Musholla “Al-MIZAN” yang berada di Jalan Trans Seram, Kota Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, jajaran aparatur pengadilan mengikuti kuliah tujuh menit (kultum) ba’da sholat dhuhur dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkokoh integritas aparatur peradilan. Ramadhan dipahami sebagai bulan penuh berkah, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan setiap insan diberi ruang luas untuk melakukan muhasabah diri. Kultum disampaikan langsung oleh Wakil Ketua PN Dataran Hunipopu, Harries Konstituanto, dihadapan para hakim, pejabat struktural dan fungsional, PPPK, hingga tenaga outsourcing. 

Dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, ia menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual tahunan, tetapi proses pembentukan karakter.

Baca Juga: Jelang Pemberlakuan KUHAP 2026, IKAHI PN Dataran Hunipopu Gelar FGD

Dalam tausiyahnya, Harries mengajak seluruh aparatur untuk meneladani Muhammad SAW dalam setiap peran kehidupan. Rasulullah, menurutnya, adalah teladan paripurna dalam mengendalikan hawa nafsu baik sebagai pemimpin, sebagai bawahan, maupun sebagai rekan kerja.

“Integritas tidak lahir dari pengawasan semata, tetapi dari hati yang bersih dan kesadaran bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah SWT,” ungkapnya di sela penyampaian materi.

Ia menegaskan bahwa pengendalian diri menjadi inti dari ibadah puasa. Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari sifat-sifat tercela seperti kesombongan, iri hati, emosi berlebihan, serta dorongan hawa nafsu yang merusak.

Lebih jauh, kultum tersebut mengaitkan makna puasa dengan etos kerja aparatur peradilan. Ramadhan dipandang sebagai momentum pembersihan jiwa dan peningkatan disiplin. Pengaturan waktu sahur dan berbuka, konsistensi ibadah berjamaah, serta komitmen menjalankan kewajiban agama diyakini memiliki korelasi langsung dengan kedisiplinan dalam bekerja. Puasa juga dipahami sebagai sarana peningkatan ketakwaan melalui pelaksanaan rukun Islam keempat, yang diiringi penguatan kebersamaan lewat sholat berjamaah dan buka puasa bersama. 

Baca Juga: PN Dataran Hunipopu Perkuat Akses Bantuan Hukum Lewat Kerja Sama POSBAKUM

Dalam konteks kelembagaan, nilai-nilai tersebut selaras dengan visi Mahkamah Agung Republik Indonesia, yakni “Terwujudnya Badan Peradilan yang Agung.” Spirit Ramadhan menjadi energi moral untuk menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan hukum.

Kegiatan kultum ba’da dhuhur ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiah di lingkungan PN Dataran Hunipopu tanpa memandang pangkat, golongan, maupun jabatan. Di tengah pelaksanaan ibadah puasa, komitmen pelayanan kepada para pencari keadilan tetap menjadi prioritas. Justru dengan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, integritas dan tanggung jawab moral sebagai penegak hukum semakin diperkuat. Spirit Ramadhan di PN Dataran Hunipopu bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang transformasi batin—menghadirkan nilai ketakwaan dalam setiap putusan, menghadirkan kejujuran dalam setiap proses, serta meneguhkan bahwa hukum dan moralitas berjalan beriringan demi terwujudnya peradilan yang berkeadilan dan bermartabat. (zm/wi/aditya yudi)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…