Cari Berita

PN Gianyar Gandeng BPBD Latih Kesiapsiagaan, Bangun Kesadaran Hadapi Gempa

I Kadek Apdila Wirawan - Dandapala Contributor
2026-11-07 12:15:48
Dok. PN Gianyar

Gianyar, Bali - Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bekal keselamatan yang perlu dimiliki setiap orang. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana yang diselenggarakan Pengadilan Negeri (PN) Gianyar dengan menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Jumat (6/11), di Ruang Sidang Candra PN Gianyar.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PN Gianyar, Putu Endru Sonata. Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur wajib mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh karena pengetahuan yang disampaikan berkaitan langsung dengan keselamatan diri ketika menghadapi keadaan darurat. 

Dalam arahannya, Putu Endru Sonata menekankan bahwa gempa bumi merupakan ancaman nyata di Indonesia. Karena itu, setiap orang perlu memahami tindakan yang tepat ketika gempa terjadi, baik saat bekerja, berada di rumah, maupun beraktivitas di tempat lainnya.

Baca Juga: PN Kaimana Terima Alat Pendeteksi Gempa, Langkah Tanggap Darurat Bencana

Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada pemenuhan checklist AMPUH. Hal yang lebih mendasar ialah membangun kesadaran dan kesiapan setiap individu agar mampu mengambil langkah penyelamatan ketika menghadapi bencana.

Pengetahuan tersebut tidak cukup hanya didengar, tetapi perlu dipahami dan dilatih. Dalam keadaan darurat, kemampuan menyikapi situasi dengan tenang dan bertindak secara tepat menjadi bekal penting untuk melindungi diri maupun membantu orang-orang di sekitar. “Maka dari itu semua wajib mengikuti dan diikuti dengan serius, ucap Ketua PN Gianyar.

Pemaparan materi oleh BPBD Kabupaten Gianyar menjelaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana, peserta diperkenalkan pada kondisi geografis Indonesia dan berbagai potensi ancaman bencana, termasuk di Pulau Bali. Pembahasan juga menyoroti keberadaan patahan atau sesar lokal serta sejarah gempa bumi merusak di Bali sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara ancaman, kerentanan, dan kapasitas dalam menentukan risiko bencana. Penguatan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko tersebut.

BPBD turut memaparkan tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sebelum bencana, penanganan saat tanggap darurat, hingga pemulihan setelah bencana. Dengan pemahaman tersebut, peserta diajak menyadari bahwa kesiapan perlu dibangun sebelum keadaan darurat terjadi.

Pembahasan kemudian menyentuh langkah praktis saat menghadapi gempa bumi. Materi menjelaskan pentingnya tetap tenang dan melindungi diri selama guncangan, antara lain dengan merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, serta berpegangan. Setelah guncangan berhenti, evakuasi dilakukan secara tertib melalui jalur yang aman menuju titik kumpul.

Peserta juga diingatkan untuk tidak menggunakan lift, menjauhi bangunan atau benda yang berpotensi roboh ketika berada di luar ruangan, serta mengikuti arahan petugas. Pendataan di titik kumpul dan larangan memasuki kembali gedung sebelum dinyatakan aman turut menjadi bagian dari materi evakuasi. 

Baca Juga: PN Mukomuko Gelar Simulasi Hadapi Gempa

Sebagai penutup, dilaksanakan simulasi tanggap darurat gempa bumi untuk mempraktikkan teori yang telah disampaikan. Menariknya simulasi tanggap bencana gempa bumi dibuat dalam situasi tengah berlangsungnya persidangan. 

Sosialisasi bersama BPBD Kabupaten Gianyar ini menjadi upaya PN Gianyar membangun budaya sadar bencana. Bekal yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan oleh setiap aparatur untuk menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitarnya, di mana pun berada. (ikaw/zm/fac) 

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…