Jakarta - Persembahan Paduan Suara PARAGITA membuka rangkaian Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2025 di Balairung Mahkamah Agung RI, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Suasana Balairung Mahkamah Agung RI tampak berbeda saat Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2025 resmi dimulai. Setelah ucapan selamat datang oleh pembawa acara, panggung pembukaan diisi persembahan seni oleh Paduan Suara PARAGITA, kelompok paduan suara mahasiswa Universitas Indonesia.
Penampilan mahasiswa Universitas Indonesia tersebut menghadirkan nuansa khidmat dan kebangsaan dalam forum pertanggungjawaban kinerja peradilan nasional.
Baca Juga: Ketua Muda Pidana MA, Adi Andojo Soetjipto dan Gerakan Mahasiswa Mei 98
Sebanyak 25 personel PARAGITA tampil rapi mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman kostum tersebut memperkuat pesan persatuan dalam bingkai kebudayaan Nusantara. Di bawah bimbingan pembina Aji, mereka membawakan lagu-lagu daerah yang dikemas dalam aransemen paduan suara modern.
Alunan tembang Nusantara yang mengalun memenuhi ruang sidang menghadirkan suasana hening sekaligus khidmat. Para tamu undangan tampak menyimak dengan penuh perhatian.
Persembahan PARAGITA tidak sekadar menjadi hiburan seremonial. Penampilan tersebut menjadi simbol pengantar yang menegaskan bahwa lembaga peradilan berdiri di atas nilai kebangsaan, keberagaman, dan harmoni sosial. Lagu-lagu daerah yang dibawakan merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia yang hidup berdampingan dengan sistem hukum nasional.
Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung sendiri merupakan forum resmi penyampaian akuntabilitas kinerja lembaga yudikatif. Dalam forum ini dipaparkan capaian penanganan perkara, reformasi birokrasi, digitalisasi peradilan melalui e-Court dan e-Litigation, serta arah kebijakan strategis peradilan ke depan.
Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Sunarto pada Acara Pembukaan Kampung Hukum kemarin, menegaskan makna penting forum tersebut dalam sambutannya.
“Sidang Istimewa Laporan Tahunan ini merupakan wujud pertanggungjawaban Mahkamah Agung kepada publik atas kinerja peradilan, sekaligus sarana evaluasi dan penetapan arah kebijakan guna mewujudkan peradilan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas”, ucap Sunarto.
Ia juga menekankan bahwa forum tahunan ini menjadi momentum memperkuat reformasi peradilan. “Melalui forum ini, Mahkamah Agung tidak hanya menyampaikan capaian penanganan perkara, tetapi juga memperkuat komitmen reformasi peradilan dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Sidang Istimewa turut dilengkapi agenda pendukung, termasuk pameran kampung hukum yang menampilkan inovasi satuan kerja peradilan.
Baca Juga: Nath Wisudawati Terbaik FH Unsoed Bercita-cita Jadi Hakim: Panggilan Hati
Namun, persembahan PARAGITA tetap menjadi pembuka yang memberi warna tersendiri sebelum sidang memasuki agenda utama pemaparan laporan Ketua Mahkamah Agung.
Penampilan Paduan Suara PARAGITA menghadirkan sentuhan budaya dalam forum kenegaraan yang sarat akuntabilitas. Melalui harmoni suara dan keberagaman busana adat, pembukaan Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menegaskan keterhubungan nilai hukum dengan identitas kebangsaan Indonesia. (al/zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI