Pontianak - Pengadilan Negeri Pontianak menggelar acara pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri Pontianak sekaligus pengantar alih tugas pejabat pada Rabu, 28 Januari 2026, di Ruang Aula Prof. Bagir Manan. Kegiatan ini menandai serah terima kepemimpinan dari Arief Boediono kepada I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara serta pelepasan pejabat yang mendapat penugasan baru, sebagai bagian dari kesinambungan pelayanan peradilan.
Acara pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri Pontianak dan pengantar alih tugas berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh hakim karier dan hakim ad hoc, pejabat struktural dan fungsional, serta aparatur sipil negara Pengadilan Negeri Pontianak. Kehadiran para undangan mencerminkan dukungan institusional terhadap proses transisi kepemimpinan yang berjalan secara tertib dan resmi.
Ketua Pengadilan Negeri Pontianak yang lama, Arief Boediono, secara simbolis mengakhiri masa tugasnya setelah memimpin lembaga peradilan tersebut. Dalam pesan dan kesannya, Arief Boediono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kerja sama selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan.
Baca Juga: Wujudkan Peradilan Modern, PN Pontianak Luncurkan Layanan PTSP Online
“Penyampaian maaf selama memimpin PN Pontianak,” ujarnya dalam sesi pesan dan kesan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pengantar alih tugas bagi pejabat yang mendapatkan penugasan baru, yakni Heri Kusmanto, dan Kusuma Agus Cahyono. Momen ini menjadi bentuk penghormatan institusi atas dedikasi dan kontribusi para pejabat selama bertugas di Pengadilan Negeri Pontianak.
Ketua Pengadilan Negeri Pontianak yang baru, I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara, dalam sambutannya menyampaikan harapan akan dukungan penuh dari seluruh insan peradilan. Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama pasca diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru.
“Mohon dukungan dan doa dari seluruh insan terkait guna mensukseskan pelaksanaan pelayanan bagi para pencari keadilan mengingat pasca diberlakukan KUHP baru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antar aparat penegak hukum. Menurutnya, sinergi antara pengadilan, kepolisian, dan kejaksaan menjadi kunci untuk meningkatkan sinkronisasi penegakan hukum. Selain itu, Ketua PN Pontianak yang baru menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan melalui sejumlah program kegiatan yang akan dilaksanakan secara bertahap. Ia menegaskan komitmen tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Baca Juga: Tegaskan Layanan Bersih, PN Pontianak Sosialisasi Sistem Anti Penyuapan
Rangkaian acara berlangsung sesuai tata protokoler Pengadilan Negeri Pontianak. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan sesi pesan dan kesan, sambutan ketua, penyerahan cendera mata secara simbolis, serta diakhiri dengan foto bersama. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan khidmat.
Melalui acara pisah sambut dan pengantar alih tugas ini, Pengadilan Negeri Pontianak menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan pelayanan peradilan. Transisi ini diharapkan memperkuat kinerja lembaga dalam memberikan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan para pencari keadilan. (Urif Syarifudin/ikaw/fac)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI