Jakarta – Persiapan Lomba Foto Peradilan Tahun 2026 mulai digarap. Mahkamah Agung (MA) mengawalinya dengan rapat perdana (kickoff meeting) kelompok kerja yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (30/10/2026). Dalam pertemuan awal itu, kelompok kerja mulai membicarakan tema, kategori peserta, dan detail teknis penyelenggaraan.
Peserta tahun ini akan dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu Warga Peradilan, Masyarakat Umum/Pelajar, dan Jurnalis. Ketua Kamar Pembinaan MA, Syamsul Ma’arif, yang membuka rapat tersebut berharap karya-karya hasil lomba dapat ditampilkan pada Refleksi Akhir Tahun MA. Karena tenggat persiapan cukup sempit, para anggota kelompok kerja bersama mitra pendukung perlu aktif berkoordinasi dan saling bekerja sama supaya tiap tahap tuntas tepat waktu.
Menurutnya, lomba ini tidak hanya soal adu foto. Ajang tersebut menjadi salah satu sarana strategis MA dalam berkomunikasi dengan publik sekaligus menjalankan fungsi kehumasan, dengan tujuan mendekatkan pengadilan kepada masyarakat. Lewat lensa kamera, masyarakat diharapkan bisa melihat potret peradilan apa adanya, terbuka, dan manusiawi, serta mengenal sosok lembaga peradilan yang mengedepankan pelayanan, integritas, dan profesionalisme.
Baca Juga: Selamat! Ini Daftar Pemenang Lomba Foto Peradilan 2025
“Maknanya tentu kita ingin mendekatkan pengadilan dengan masyarakat dan lomba foto ini merupakan salah satu instrumennya,” ujar Syamsul Ma’arif.
Lomba foto ini bukan agenda baru. Sejak pertama digelar pada 2021, kegiatan ini telah menjadi bagian dari rangkaian Refleksi MA. Dua edisi awal, 2021 dan 2022, sama-sama mengusung tema “Pengadilan Yang Melayani Masyarakat”. Edisi 2023 hadir dengan tema “Integritas dalam Lensa” dan menambahkan kategori khusus bagi jurnalis atau pewarta foto. Setahun kemudian, tema bergeser menjadi “Integritas Peradilan dalam Lensa”. Pada 2025, giliran tema “Pengadilan Bermartabat - Negara Berdaulat” yang diangkat, dengan pengumuman pemenang yang dibarengkan dengan momentum Refleksi Akhir Tahun.
Edisi 2025 itu diikuti 811 peserta dari kategori warga peradilan, umum, dan jurnalis. Para pemenangnya didatangkan ke Jakarta saat Refleksi Akhir Tahun dan menerima langsung sertifikat, trofi, serta hadiah dari Pimpinan MA.
Untuk edisi 2026, tema belum ditetapkan dan masih akan digodok bersama kelompok kerja. Syamsul Ma’arif berharap tema yang nantinya terpilih dapat mencerminkan pelayanan prima MA yang sejalan dengan harapan masyarakat. Ia juga menegaskan pesan inti dari kegiatan ini: peradilan Indonesia hadir melayani tanpa transaksi, bersih dari korupsi, berintegritas, profesional, dan mampu meraih kepercayaan publik.
MA pun berharap ajang ini menjadi wadah bagi pelajar, jurnalis, masyarakat umum, hingga warga peradilan untuk menyuarakan cara pandang mereka terhadap dunia peradilan.
Baca Juga: Semarak HUT RI dan MA, PN Makassar Resmi Buka Pekan Olahraga dan Seni
Selain Ketua Kamar Pembinaan, rapat dihadiri Kepala Badan Urusan Administrasi MA, Kepala Biro Keuangan, serta Kepala Biro Hukum dan Humas beserta pejabat eselon III dan IV di biro tersebut. Turut hadir pula Hakim Yustisial, Tim Asistensi Pembaruan Peradilan, dan jajaran terkait lainnya.
Perkembangan terbaru seputar Lomba Foto Peradilan Tahun 2026 akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi MA. MA menantikan karya terbaik dari masyarakat umum, jurnalis, dan warga peradilan dalam ajang tahun ini. (zm/fac)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI