Cari Berita

Ini 5 Buku Sastra yang Wajib Dibaca Hakim Agar Putusan ‘Daging’ Semua

Tim DANDAPALA - Dandapala Contributor 2026-05-11 08:05:14
Cover buku Rumah Kaca dalam rangka satu abad Pramoedya Ananta Toer (dok.dandapala)

Jakarta- Jika kamu duduk di kursi hakim, apalagi hakim tipikor, maka kamu tidak hanya berhadapan dengan pasal-pasal kaku, tetapi dengan anatomi keserakahan, pengkhianatan publik, dan degradasi moral. Hukum tanpa sastra hanyalah kerangka tanpa nyawa. Untuk membangun analisis yang berdarah dan berdaging, maka dibutuhkan ketajaman rasa. 

Berikut adalah rekomendasi novel sastra yang akan mempertajam nurani sebagai hakim:

-Kejahatan dan Hukuman (Crime and Punishment), karya Fyodor Dostoyevsky

Baca Juga: MA Tetap Hukum Eka 12 Tahun Penjara Gegara Korupsi Impor Sapi Australia

Ini adalah "kitab suci" bagi siapa pun yang ingin memahami psikologi pelaku kejahatan. Tokoh utamanya, Raskolnikov, merasa dirinya "super" dan berhak melanggar hukum demi tujuan yang lebih besar (mirip alasan koruptor yang merasa berjasa bagi partai atau negara).

Novel ini akan membantumu melihat melampaui bukti fisik, masuk ke dalam pergulatan batin, rasa bersalah, dan logika sesat yang digunakan pelaku untuk membenarkan kejahatannya. Ini membantu hakim dalam menyusun pertimbangan tentang "niat jahat" (mens rea) secara lebih mendalam.

-Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer 

Buku penutup dari Tetralogi Buru ini adalah studi terbaik mengenai penyalahgunaan kekuasaan dan birokrasi. 

Diceritakan dari sudut pandang Pangemanann, seorang pejabat polisi pribumi yang cerdas namun korup secara moral. Dia tahu apa yang benar, tapi memilih menjadi alat penguasa untuk menindas demi jabatan.

Ini akan mempertajam analisamu mengenai bagaimana sistem birokrasi bisa merusak integritas individu. Kamu akan melihat korupsi bukan cuma soal uang, tapi soal "korupsi nurani" di dalam struktur kekuasaan.

-Korupsi, karya Pramoedya Ananta Toer 

Judulnya sangat gamblang. Ini adalah potret awal bagaimana korupsi mulai mengakar di birokrasi Indonesia pasca-kemerdekaan.

Tokoh utamanya, Bakir, adalah pegawai negeri jujur yang akhirnya terjatuh ke jurang korupsi karena tuntutan gaya hidup dan lingkungan yang permisif.

Ini membantu hakim memahami konteks sosial dan tekanan sistemik. Hakim akan bisa membedakan antara "korupsi karena kebutuhan" dan "korupsi karena keserakahan" dalam pertimbangan meringankan atau memberatkan hukuman. 

-Lord of the Flies (Tuhan Segala Lalat), karya William Golding

Kisah tentang sekelompok anak-anak yang terdampar di pulau dan mencoba membangun aturan sendiri, namun berakhir dalam kebiadaban.

Novel ini mengajarkan bahwa tanpa penegakan hukum yang tegas dan imparsial, manusia memiliki kecenderungan alami untuk menjadi "buas". Sebagai hakim, ini akan menguatkan keyakinanmu mengapa hukuman yang adil itu penting: bukan untuk balas dendam, tapi untuk mencegah masyarakat kembali ke hukum rimba. 

⁠- Derajat Merah Putih (The Red and the Black), karya Stendhal

Buku ini tentang ambisi seorang pemuda (Julien Sorel) yang ingin naik kelas sosial di tengah masyarakat yang penuh kemunafikan. Sangat relevan untuk kasus gratifikasi dan suap-menyuap. Kamu akan melihat bagaimana relasi kuasa, status sosial, dan keinginan untuk "tampil" menjadi bahan bakar utama tindakan melanggar hukum. 

Mengapa Sastra Membuat Putusanmu Berdaging? 

Hakim sering menerima berkas yang isinya hanya angka dan kutipan pasal. Sastra memberikanmu:

1. Imajinasi Empatik. Kamu bisa membayangkan dampak korupsi terhadap rakyat kecil yang tidak pernah hadir di ruang sidang.

2. Ketajaman Bahasa. Membaca sastra hebat akan memperbaiki cara kamu menyusun pertimbangan hukum dalam putusan agar tidak membosankan, melainkan berwibawa dan menyentuh rasa keadilan masyarakat.

3. Benteng Moral. Dengan melihat kehancuran tragis tokoh-tokoh dalam novel tersebut, kamu diingatkan akan beratnya tanggung jawab moral yang kamu panggul di pundakmu.

Jika kamu harus memilih satu untuk memulai, maka mulailah dengan membaca “Rumah Kaca’. Buku itu adalah cermin yang sangat jernih bagi setiap pejabat publik di Indonesia.

Baca Juga: Resensi Buku: Hukum Pembuktian Pidana Modern


Selamat membaca!

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…