Selong, NTB – Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum (Dirbinganis Badilum), Hasanudin, memimpin rapat pembinaan dan evaluasi kinerja di Pengadilan Negeri Selong, Nusa Tenggara Barat, Rabu 3/12.

Ia menyoroti strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan integritas, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kinerja peradilan.
Baca Juga: Tim Penyusun Naskah Urgensi MA Audiensi ke Polri, Bahas Sistem Pengelolaan SDM
Dalam arahannya, Hasanudin menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama, baik bagi hakim maupun aparatur peradilan. “Integritas tidak bisa ditawar. Ketika integritas hilang, seluruh pencapaian kehilangan makna,” ujarnya. Hasanudin juga menekankan agar seluruh aparatur menghindari segala bentuk penghasilan di luar ketentuan serta memegang teguh prinsip transparansi dalam setiap layanan.
Selain isu integritas, rapat juga menyoroti tantangan serius terkait kekurangan tenaga teknis. Saat ini, kebutuhan sumber daya masih terpaut jauh dari ketersediaan. Setiap tahun sekitar 500 pegawai memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan baru hanya berkisar 300 orang. Hasanudin menambahkan bahwa proses promosi jabatan dalam tenaga teknis masih membutuhkan waktu panjang, sehingga membutuhkan pembenahan berkelanjutan agar lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan organisasi.
Selain itu, Hasanudin juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang cermat di tengah keterbatasan fiskal. Beliau menekankan bahwa perencanaan pembiayaan harus dilakukan secara bijak untuk memastikan seluruh program prioritas dapat berjalan tanpa melanggar ketentuan ataupun menimbulkan beban anggaran di tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Hasanudin turut menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai elemen penting peningkatan kinerja. Aplikasi Inspira, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem layanan dan informasi, disebut sebagai salah satu upaya memperkuat pengelolaan data, efisiensi kerja, serta objektivitas penilaian. Penggunaan SMAP dan video profiling juga menjadi instrumen pendukung pengawasan agar lebih terukur, cepat, dan akurat.
Baca Juga: Pejabat Dirbinganis Badilum Sharing Knowledge ke Dirjen Pajak, Ada Apa?
Hasanudin menambahkan bahwa peningkatan kualitas hakim dan aparatur harus terus menjadi prioritas melalui pembinaan, pengembangan kompetensi, serta penguatan nilai keagamaan dan etika. Pada kesempatan yang sama, Hasanudin juga memberikan pesan khusus kepada para aparatur muda untuk membangun kesadaran finansial sejak dini. Beliau mengingatkan bahwa peningkatan penghasilan tidak seharusnya diikuti dengan peningkatan gaya hidup. “Gunakan kesempatan usia produktif untuk mulai berinvestasi dan merencanakan masa depan secara bijak,” pesannya.
Menutup pembinaan, Hasanudin menyampaikan optimisme bahwa dengan integritas, kerja keras, dan sinergi antarunit, tantangan yang ada dapat diatasi secara bertahap. “Kita mungkin memiliki banyak keterbatasan, tetapi dengan langkah yang konsisten dan kolaborasi yang kuat, tujuan besar organisasi tetap dapat dicapai,” ujarnya. (Fransisca Juwita Arinda Ariesty/HPH/SNR/LDR)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI