Baubau, Sulawesi Tenggara — Pengadilan Negeri Baubau menggelar Rapat Koordinasi pada Kamis (26/3) Pukul 14.00 WITA dalam rangka persiapan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rapat dilaksanakan secara hybrid, yakni luring (tatap muka) dan daring, guna memastikan seluruh unsur tetap dapat berpartisipasi secara optimal.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Baubau, Amin Imanuel Bureni dan Ketua PembangunanZona Integritas, Muhammad Syawaludin.
Baca Juga: Kronologi Kejadian Viral di PTSP Pengadilan Negeri Baubau
Dalam arahannya, Ketua PN Baubau menegaskan komitmen kuat seluruh jajaran untuk meraih predikat WBK pada tahun 2026 dengan cara meningkatkan integritas aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis dan teknis yang perlu dipersiapkan, termasuk penguatan pada masing-masing area pembangunan Zona Integritas.
"Meskipun sebagian Hakim dan Aparatur tengah melaksanakan Work From Anywhere (WFA), hal tersebut tidak menghambat jalannya koordinasi. Justru, melalui pemanfaatan teknologi, komunikasi dan sinergi antar tim tetap terjaga dengan baik," tegas Ketua PN Baubau.
Selain itu, Ketua PN Baubau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam melaksanakan rapat koordinasi di setiap area, guna memastikan seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi secara maksimal.
"Semangat kebersamaan dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.
Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama seluruh elemen, serta terus memberikan pelayanan hukum yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, kita optimis dapat meraih predikat WBK di tahun 2026 ini," harapnya.
Baca Juga: Ketua PN Baubau: Integritas Anggota DYK Mendukung Peradilan yang Bersih
Pada akhir rapat Ketua PN Baubau menekankan bahwa predikat WBK perlu dicapai agar masyarakat percaya kepada Pengadilan namun kepercayaan kepada pengadilan akan agung apabila kepercayaan masyarakat itu lahir karena secara langsung merasakan pelayanan pengadilan telah bebas dari korupsi dan bersih dalam melayani.
"Ketulusan aparatur Pengadilan dalam memberikan pelayanan prima adalah bagian dari ibadah," tutupnya. (AAR/LDR)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI