Jakarta. Prof. Dr. H. Bagir Manan, meluncurkan buku berjudul “Hakim dan Tata Peradilan Berintegritas” dalam rangkaian Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia. Peluncuran berlangsung di Balairung Gedung Mahkamah Agung RI, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 9-13, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu agenda dalam peringatan hari jadi Mahkamah Agung ke-81. Karya ini mengangkat persoalan hakim, integritas, dan tata kelola peradilan. Gagasan tersebut memiliki kaitan langsung dengan upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Prof. Dr. H. Bagir Manan, merupakan Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 dan mantan Ketua Dewan Pers. Ia juga dikenal sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara yang produktif menuangkan pemikirannya melalui berbagai karya hukum.
Baca Juga: Prof Bagir Manan Serahkan Simbolis Buku Hakim & Peradilan Berintegritas ke Ketua MA
Dalam buku “Hakim dan Tata Peradilan Berintegritas”, Bagir Manan mengulas tatanan ideal kekuasaan kehakiman di Indonesia. Ia menghubungkan moralitas personal hakim dengan martabat lembaga peradilan. Menurut gagasan yang dituangkan dalam buku tersebut, kekuasaan kehakiman tidak bertumpu pada kekuatan fisik maupun kekuatan finansial. Peradilan terutama mengandalkan kekuasaan moral atau moral power.
Karena itu, kepercayaan publik menjadi modal utama bagi lembaga peradilan. Kepercayaan tersebut tidak cukup dibangun melalui regulasi, modernisasi sarana, atau pembenahan administrasi. Integritas aparat peradilan menjadi unsur yang menentukan.
Buku tersebut juga membahas hubungan antara independensi dan akuntabilitas hakim. Kebebasan hakim dalam memutus perkara bukan hak tanpa batas. Independensi harus berjalan bersama tanggung jawab moral kepada Tuhan, hukum, dan rasa keadilan masyarakat.
Bagir Manan turut menguraikan karakter yang perlu dimiliki seorang hakim. Di antaranya kemampuan berpikir berdasarkan ilmu hukum dan rasionalitas, sikap impersonal untuk menjaga jarak dari konflik kepentingan, serta kesederhanaan dalam kehidupan. Karakter tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah dan kehormatan jabatan hakim.
Selain menyentuh pribadi hakim, buku ini membahas pembenahan tata peradilan secara menyeluruh. Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab hakim, tetapi juga seluruh aparatur yang mendukung proses peradilan, termasuk panitera, sekretariat, dan unsur administrasi. Pengawasan dan pembinaan juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem peradilan yang berintegritas.
Buku ini turut menyoroti pentingnya keseimbangan antara keadilan substantif dan penerapan hukum secara formal. Hakim dituntut memahami hukum secara mendalam agar penerapan aturan tidak berhenti pada pembacaan teks, tetapi tetap mempertimbangkan tujuan hukum dan rasa keadilan.
Baca Juga: Dinamika Trial By The Press and Media & Contempt Of Court
Peluncuran buku tersebut berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI. Dalam susunan acara, peluncuran buku dilaksanakan setelah pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan agenda launching aplikasi.
Melalui karya ini, pemikiran Bagir Manan kembali menempatkan integritas hakim dan tata kelola peradilan sebagai bagian penting dalam menjaga kewibawaan serta kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI