Cari Berita

Sambut Ramadhan, PN Koba Gelar Tradisi Nganggung Dulang

Humas PN Koba - Dandapala Contributor 2026-02-21 19:00:56
Dok. Ist

Koba, Bangka Belitung - Suasana Aula Lantai Atas Pengadilan Negeri (PN) Koba tampak berbeda, ditengah rutinitas persidangan dan agenda kedinasan, PN Koba menggelar tradisi nganggung dulang dalam rangka munggahan bulan Syakban menyambut Ramadan 1446 Hijriah pada Kamis (12/2/26).

Kegiatan yang berlangsung Pukul 13.30 WIB tersebut diikuti oleh pimpinan, para hakim, pejabat struktural, pegawai, serta keluarga besar PN Koba. Tradisi nganggung, yang merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Bangka Belitung, ditandai dengan penyajian hidangan bersama dalam satu dulang sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.

Ketua PN Koba, Novita Witri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun nilai kebersamaan di lingkungan peradilan. “Tradisi nganggung dulang ini adalah bagian dari identitas masyarakat Bangka Belitung. Kami ingin nilai kebersamaan dan gotong royong tetap hidup, termasuk di lingkungan Pengadilan Negeri Koba,” ujar Novita Witri dalam sambutannya.

Baca Juga: Syawalan dan Lopis Raksasa, Tradisi Dalam Perayaan Idul Fitri di Kota Pekalongan

Ia menyampaikan, bulan Syakban merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadan. “Melalui munggahan ini, kami saling mendoakan, saling memaafkan, dan membersihkan hati. Ini menjadi bekal moral dan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan,” katanya.

Usai doa bersama, dulang-dulang dibuka dan disantap secara serentak. Berbagai hidangan khas seperti lepat, ketupat, lontong, opor ayam, dan rendang tersaji hangat. Seluruh peserta duduk berbaur tanpa sekat jabatan, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.

Menurut Ketua PN Koba, nilai kebersamaan tersebut memiliki relevansi langsung dengan kualitas pelayanan publik di bidang peradilan. “Dalam suasana santap bersama, tidak ada sekat jabatan. Semua menjadi satu keluarga besar. Kebersamaan ini penting agar semangat kolegialitas juga tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan,” tuturnya.

Baca Juga: Kunjungi Adik Gunakan Sepeda Motor Curian, PN Koba Terapkan RJ, ini Alasannya!

Pelaksanaan tradisi nganggung dulang di PN Koba menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan tugas dan fungsi lembaga peradilan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan independensi, nilai kearifan lokal menjadi penguat integritas moral dan empati aparatur.

Melalui kegiatan tersebut, PN Koba menegaskan komitmennya untuk menjaga harmoni internal, memperkuat nilai spiritual, serta menghadirkan pelayanan peradilan yang humanis, berintegritas, dan berkeadilan bagi masyarakat Bangka Tengah. (zm/fac/anissa larasati)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Tag
Memuat komentar…