Chongqing, China — Tiga hakim Indonesia berhasil
mempertahankan disertasinya dalam ujian final defense Program Doktor di
Southwest University of Political Science and Law (SWUPL) pada Jumat (15/05)
yang lalu. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kualitas
sumber daya manusia aparatur peradilan Indonesia di tengah perkembangan hukum
nasional dan global yang semakin kompleks.
Ketiga hakim tersebut masing-masing mengangkat isu
strategis di bidang hukum lingkungan, hukum perdata internasional, hingga hukum
perdagangan internasional.
Hakim Yustisial Mahkamah Agung (MA), Selviana Purba,
mempertahankan disertasi berjudul “From Theory To Practice: Analyzing The
Application Of Strict Liability In Environmental Case Judgments In Indonesia.”
Penelitian tersebut mengkaji penerapan prinsip strict liability dalam putusan
perkara lingkungan hidup di Indonesia, khususnya dalam memperkuat perlindungan
lingkungan dan akuntabilitas hukum.
Baca Juga: Memahami Pengangkatan Anak Berlandaskan Adat Bali dan Bernafaskan Hindu
Sementara itu, Rio Barten Timbul Hasahatan yang saat
ini bertugas sebagai hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar, mengangkat
disertasi berjudul “Foreign Law Ascertainment in Indonesia: Institutional
Practice, Structural Challenges, and Reform Strategies in Light of the Chinese
Experience.” Kajian tersebut membahas praktik penentuan hukum asing di
Indonesia, tantangan kelembagaan dan struktural yang dihadapi, serta strategi
reformasi dengan menjadikan pengalaman Tiongkok sebagai perspektif
perbandingan.
Adapun Maulia Martwenty Ine yang menjabat sebagai
Ketua PN Dumai mempertahankan disertasi berjudul “Special Differential
Treatment in the World Trade Organization (WTO) Agreements: A-Rules Based
Approach.” Penelitian tersebut menyoroti perlakuan khusus dan berbeda dalam
perjanjian WTO melalui pendekatan berbasis aturan, yang relevan dalam dinamika
hukum perdagangan internasional dan posisi negara berkembang dalam sistem
perdagangan global.
Keberhasilan ketiga hakim tersebut menunjukkan bahwa
peningkatan kualitas hakim tidak hanya ditempuh melalui pengalaman praktik
peradilan, tetapi juga melalui penguatan kapasitas akademik, riset, dan wawasan
komparatif internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen hakim
Indonesia untuk terus memperluas horizon keilmuan guna menjawab kompleksitas
persoalan hukum yang terus berkembang.
Prestasi tersebut juga sejalan dengan pesan Ketua
MA, Sunarto, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara soft competency dan
hard competency bagi aparatur peradilan. Hakim tidak hanya dituntut memiliki
integritas, empati, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan, tetapi juga harus
terus memperkuat penguasaan ilmu hukum, metodologi berpikir yuridis, kemampuan
analisis, serta pemahaman terhadap perkembangan hukum nasional maupun
internasional.
Dalam konteks tersebut, keberhasilan para hakim
mempertahankan disertasi doktoralnya menjadi bentuk nyata peningkatan
kompetensi keilmuan dan profesionalisme hakim. Hal tersebut juga sejalan dengan
prinsip Profesional dalam Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang menuntut
hakim untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kapasitas diri
dalam menjalankan tugas peradilan secara berkualitas, mandiri, dan bertanggung
jawab.
Lebih jauh, capaian akademik ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi nyata terhadap pembaruan hukum dan penguatan kelembagaan
peradilan di Indonesia. Melalui kajian mendalam di bidang hukum lingkungan,
hukum perdata internasional, hukum perbandingan, dan hukum perdagangan
internasional, ketiga hakim tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif
peradilan Indonesia dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks dan
lintas batas.
Baca Juga: Tidak Ada yang Bisa Hidup di Atas Hukum, Sekali pun Hidupnya Tragis
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi
para hakim yang bersangkutan, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi lembaga
peradilan Indonesia. Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa hakim Indonesia
memiliki kapasitas untuk bersaing dan berkontribusi dalam forum akademik
internasional, sekaligus membawa semangat pembelajaran berkelanjutan demi
terwujudnya peradilan yang agung. (wes/zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI