Malang, Jawa Timur – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar Yudisium Sarjana Ilmu Hukum, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Kenotariatan secara daring sebagai penutup Tahun Ajaran sekaligus penanda dimulainya Semester Baru Tahun 2026. Kegiatan akademik ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tentang Yudisium Program Studi Magister Ilmu Hukum PSDKU di Jakarta Periode Januari 2026, pada hari Rabu (7/1/2026).
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) kembali menyelenggarakan yudisium tersebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu akademik dan kesinambungan proses pendidikan tinggi hukum. Yudisium ini mencakup Program Sarjana Ilmu Hukum, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Kenotariatan.
Yudisium Magister Ilmu Hukum lanjutan tersebut diikuti oleh 43 Hakim Angkatan IX yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta secara resmi menyandang gelar Magister Hukum (M.H.) setelah menuntaskan pendidikan selama 2 tahun pada Program Magister Ilmu Hukum PSDKU Jakarta Universitas Brawijaya, yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (BSDK MA RI).
Baca Juga: 5 Hakim Yudisium di Univ. Brawijaya, Padukan Teori dan Praktik Hukum
Dalam sambutannya, Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto, menegaskan “melalui Program Magister Ilmu Hukum PSDKU Jakarta, FH UB berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia peradilan. Para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas serta mampu menghadirkan keadilan substantif dalam setiap putusan,” ujar Aan Eko Widiarto.
Baca Juga: Selamat! 7 Hakim Raih Gelar Master Hukum dari Universitas Brawijaya
Sementara itu, salah satu peserta yudisium, Jessyca Fatmawaty Hutagalung, menyampaikan kesan dan pengalamannya selama menempuh pendidikan. “Menjadi bagian dari FH UB adalah kebanggaan tersendiri. Tradisi berpikir kritis dan dialektika hukum yang dibangun oleh para dosen di sini benar-benar mengasah ketajaman analisis saya,” ujarnya.
Sebagai penutup, penyelenggaraan yudisium ini menjadi momentum refleksi sekaligus transisi menuju semester baru Tahun 2026. Dengan demikian, FH UB menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum yang berintegritas, adaptif, dan relevan dengan dinamika peradilan serta kebutuhan masyarakat pencari keadilan di Indonesia. (zm/ldr)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI