Palembang, Sumatera Selatan - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palembang memberikan pembinaan kepada Aparatur Kepaniteraan PT Palembang, yang diadakan di Aula PT Palembang, hari Rabu (18/02).
Wakil Ketua PT Palembang, Andreas Purwantyo Setiadi didampingi oleh Panitera, Iskandar Jaya menyampaikan pembinaannya yang diikuti oleh Para Panitera Muda baik Perdata, Pidana, Hukum, dan Tindak Pidana Korupsi, Para Panitera Pengganti, PNS, dan PPPK di Kepaniteraan PT Palembang.
Pembinaan ini diawali dengan pemutaran video motivasi yang menjelaskan bahwa hidup yang diibaratkan seperti air dalam gelas, kelimpahan air akan terjadi jika tidak ada batas yang cukup, selalu kurang dan tidak pernah merasa cukup, filosofi air dalam gelas itu diibaratkan diri kita, yang seharusnya merasa cukup dengan rezeki yang halal di berikan oleh Tuhan.
Baca Juga: Apel Perdana Tandai Pelayanan PN Palembang di Gedung Museum Tekstil
“Hilangkan keangkuhan, kesombongan kita, jangan karena kita merasa memiliki jabatan, posisi penting, dan kewenangan, kita seenaknya saja demi kepentingan pribadi, harus diingat bahwa semua itu titipan Allah, Allah bisa mencabut apa yang menjadi hak kita, jika Allah mau menetapkan tidak ada yang tidak mungkin, pasti terjadi”, tegas Andreas membuka pembinaan.
Mantan Hakim Tinggi PT Palembang ini juga menegaskan bahwa contoh demi contoh sudah diperlihatkan oleh Tuhan terkait bobroknya integritas, harus kita fahami bahwa rasa syukur dan rasa cukup diperlukan dalam kehidupan ini. Tidak ada kata untuk transaksional sebagaimana pesan dari Ketua Mahkamah Agung, jangan ada yang namanya main perkara, baik yang dihubungi oleh para pihak ataupun perintah atasan, jika ada penyimpangan saat ini, siapapun bisa melaporkan, kita diberi ruang untuk melaporkan baik itu teman kita sendiri ataupun atasan kita, jadi berubahlah untuk jadi orang yang lebih baik lagi.
“Hidup kita hanya sebentar di dunia ini, pergunakan waktu untuk kebaikan dan manfaat orang banyak, jangan menciderai kepercayaan masyarakat pencari keadilan, merugikan orang lain, menzolimi orang lain karena amalan kita dicatat oleh Allah, hiduplah dengan penuh rasa syukur, sabar, dan Ikhlas”, ungkap Pria kelahiran Yogya ini menambahkan.
Bersyukurlah dalam keadaan apapun, sebulah nama Tuhan dalam rencana kehidupan kita, beban yang berat akan hilang, tidak ada rasa takut jika Tuhan ada pada diri kita. Sabarlah, mungkin sabar tidak mudah, namun dengan sabar hidup akan dipermudah, sabar bagaikan Samudera yang tidak ada batasnya, yakin dan percaya dengan Tuhan. Ikhlas atas semua yang terjadi karena Allah Maha Sabar, Pengampun dan Penyayang.
Pembinaan inipun dilanjutkan dengan pembahasan pelaksanaan teknis di Kepaniteraan mengenai prinsip kehati-hatian dan akuntabel dalam bekerja, baik itu produk putusan, ataupun berita acara yang akan diupload di SIPP, tak lupa keharmonisan keluargapun menjadi salah satu objek yang ditekankan dalam pembinaan ini, istri merupakan kunci surga dari suami, jika suami menyelingkuhi istri akan terjadi kehacuran dalam rumah tangga, kun fayakun, Tuhan Maha Melihat (Al Basyir), mungkin bisa menutupi aib di depan orang lain, tetapi Tuhan mengetahui isi hati kita. Istri merupakan support penting kepada suami ataupun sebaliknya, agar mampu mengemban tugas dengan baik dan benar.
Baca Juga: Salawat Iringi Dimulainya Pembangunan Gedung PN Palembang
“Apa yang disampaikan Bapak WKPT harus kita pedomani, kita saling dukung dalam melaksanakan tugas kita di Kepaniteraan, dan menekankan pentingnya integritas dan produktifitas kita dalam melaksanakan amanah atas jabatan kita”, ungkap Panitera PT Palembang, Iskandar Jaya menambahkan.
Pembinaanpun ditutup dengan ucapan selamat berpuasa dan semoga momen Ramadhan ini semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, dan dapat kita refleksikan kembali di bulan-bulan selanjutnya setelah Ramadhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang banyak. IKAW/FAC
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI