Jakarta — Transformasi pengembangan kapasitas aparatur Mahkamah Agung terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui kehadiran Badilum Learning Center (BLC). Aplikasi pembelajaran digital yang dikembangkan oleh Pokja Ganis Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) ini semakin diakui sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas aparatur, sejalan dengan visi, misi, dan blue print Mahkamah Agung.
Berdasarkan hasil evaluasi BLC sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 3.462 aparatur Mahkamah Agung telah mengetahui keberadaan BLC. Dari jumlah tersebut, 60% responden mengenal BLC melalui website resmi Ditjen Badilum, sementara sisanya mengetahui melalui kegiatan sosialisasi dan media sosial. Lebih lanjut, 1.727 aparatur tercatat telah aktif menggunakan BLC, menandakan adopsi platform ini semakin meluas di lingkungan peradilan kita.
Dari sisi intensitas penggunaan, survei menunjukkan bahwa 8,7% pengguna sangat sering memanfaatkan BLC, sementara 38,9% menggunakannya cukup sering. Adapun 28,4% pengguna mengaku belum terlalu sering menggunakan BLC, yang menjadi catatan penting untuk penguatan strategi peningkatan partisipasi ke depan.
Baca Juga: Pimpinan MA dan Pakar Hukum Berkumpul Susun Kurikulum Pelatihan KUHP Baru
Manfaat BLC dirasakan nyata oleh para penggunanya. Sebanyak 68,9% responden menilai BLC sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan diri. Manfaat utama yang dirasakan meliputi penambahan pengetahuan (33,2%), peningkatan kompetensi (28,6%), kemudahan akses kapan saja (20,5%), serta materi yang mudah dipahami (17,6%).
Dari aspek aksesibilitas dan kualitas materi, BLC memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Sebanyak 98,4% pengguna menilai BLC mudah digunakan, bahkan 48,5% di antaranya menyatakan sangat mudah digunakan. Penilaian positif juga tercermin dari kualitas keseluruhan platform, di mana 61,4% responden menilai BLC secara umum sangat baik.
Baca Juga: Survei Evaluasi Ruang Tamu Virtual : 99,3% Persen Responden Nilai Mudah & Cegah Korupsi
Tak hanya itu, 96,9% pengguna menilai materi pembelajaran BLC berkualitas, dengan 55% menyebut kualitas materi sangat baik. Seluruh responden atau 100% pengguna menyatakan materi BLC relevan dengan kebutuhan kerja, bahkan 61,7% menilai materi tersebut sangat relevan.
Hasil evaluasi ini menegaskan bahwa Badilum Learning Center bukan sekadar platform pembelajaran daring, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam membangun budaya belajar berkelanjutan di lingkungan peradilan umum. Ke depan, BLC diharapkan terus dikembangkan secara adaptif dan inovatif guna menjawab tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia peradilan di era digital. (zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI