Cari Berita

Raih Gelar M.M Bidang SDM., Dirbinganis Badilum Perkuat Digitalisasi Promosi-Mutasi Hakim

DANDAPALA - Dandapala Contributor 2026-08-31 13:00:45
Dok. Ist. HPH.

Jakarta. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum, Dr. Hasanudin, S.H., M.H., hari ini (31/8) resmi menyandang gelar Magister Manajemen Sumber Daya Manusia (M.M.).

Capaian akademik ini menjadi penanda penting, karena naskah ilmiah tesis yang disusunnya sejalan dengan konsep besar yang telah ia kembangkan sejak awal 2024 mengenai digitalisasi tata kelola sumber daya manusia di lingkungan peradilan umum, khususnya pada sistem promosi dan mutasi hakim sebagai instrumen manajemen kinerja.

Konsistensi Akademik dan Kebijakan

Baca Juga: Transformasi Manajemen SDM Peradilan Melalui SMART TPM

Sejak mengemban amanah sebagai Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum pada awal 2024, Dr. Hasanudin dikenal fokus menyusun konsep digitalisasi tata kelola SDM di lingkungan peradilan umum, dengan perhatian khusus pada pembenahan sistem promosi dan mutasi hakim.

Konsistensi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan program kerja, tetapi juga ia perdalam secara akademik dengan kembali menimba ilmu pada jenjang magister di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia sejak Juni 2024 di Universitas Jayabaya.

Menariknya, penyelesaian studi magister tersebut pada 2026 berlangsung hampir bersamaan dengan rampungnya studi program doktor Ilmu Hukum yang ia tempuh, yang dinyatakan lulus pada Maret 2026. Dua capaian akademik lintas disiplin ini (hukum dan manajemen SDM) mencerminkan pendekatan yang ia bangun dalam merumuskan kebijakan: memadukan perspektif hukum kelembagaan peradilan dengan prinsip manajemen kinerja modern.

Enam Program sebagai Wadah Pengembangan Kompetensi

Untuk menerjemahkan konsep digitalisasi tata kelola SDM ke dalam langkah konkret, Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum dmenginisiasi sejumlah program unggulan, yaitu Smart TPM, Ganispedia, Perisai, Arunika, Dimensi, dan Badilum Learning Center (BLC).

Keenam program ini dirancang dan sudah di implementasikan sebagai wadah bagi hakim dan tenaga teknis peradilan untuk meningkatkan kompetensi serta memperkuat bobot potensi diri sesuai minat dan bakat masing-masing.

Rekam jejak kompetensi dan potensi yang terbangun melalui program-program tersebut pada akhirnya diarahkan menjadi bahan pertimbangan yang objektif dan terukur dalam proses promosi dan mutasi. Dengan kata lain, keenam inovasi ini bukan sekadar program pengembangan kapasitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari satu ekosistem digital yang saling terhubung dengan sistem manajemen karier hakim dan tenaga teknis secara menyeluruh.

Menguatkan Fondasi Manajemen Kinerja Peradilan

Konsep yang dikembangkan Dr. Hasanudin ini selaras dengan arah besar reformasi manajemen kinerja di lingkungan Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, sebagaimana termuat dalam kajian mengenai peran digitalisasi sistem promosi-mutasi hakim sebagai instrumen manajemen kinerja.

Ketika data kompetensi, rekam jejak kinerja, dan minat-bakat hakim maupun tenaga teknis dapat terintegrasi secara digital, proses promosi dan mutasi diharapkan berlangsung lebih transparan, objektif, dan berbasis data sekaligus menjadi pendorong motivasi kerja karena setiap individu memiliki kejelasan jalur pengembangan karier.

Baca Juga: Tim Penyusun Naskah Urgensi MA Audiensi ke Polri, Bahas Sistem Pengelolaan SDM

Pencapaian gelar Magister Manajemen SDM ini pun menjadi momentum bagi penguatan landasan keilmuan atas konsep yang telah dan akan terus dikembangkan di lingkungan peradilan umum.

Sinergi antara latar belakang keilmuan hukum, pengalaman kepemimpinan di Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum, dan penguasaan prinsip manajemen SDM modern diharapkan mempercepat terwujudnya tata kelola sumber daya manusia Peradilan Umum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. (hph/ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…