Palembang, Sumatera Selatan - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memberikan pembinaan ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang untuk menegakan integritas bagi seluruh Hakim dan Aparatur Peradilan di PN Palembang, hari Rabu, 11/02.
Wakil Ketua PT Palembang, Andreas Purwantyo Setiadi didampingi oleh Hakim Tinggi, Jon Sarman Saragih dan Rosihan Juhriah Rangkuti bersama Panitera, Iskandar Jaya, Plt.Panitera Muda Perdata, Junaidi Perkasa dan Staf melakukan sidak, yang diawali dengan mungunjungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk melihat secara langsung kesiapan Petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mantan Wakil Ketua PT Jambi ini juga langsung meninjau beberapa ruangan di PN Palembang dan memantau kedisiplinan melalui pengecekan absensi kehadiran dari seluruh Hakim dan Pegawai PN Palembang, serta memberikan pembinaan langsung yang diikuti oleh seluruh Hakim dan Pegawai PN Palembang.
Baca Juga: Apel Perdana Tandai Pelayanan PN Palembang di Gedung Museum Tekstil
“Pengawasan terhadap perilaku hakim, tapi tetap memperhatikan indepensi hakim, pengawasan terhadap perilaku Panitera, Sekretaris, dan Juru Sita di wilayah hukumnya, pengawasan terhadap sidang di pengadilan dengan tetap memperhatikan bahwa sidang dilaksanakan dengan seksama, mitigasi peluang terjadinya pelanggaran, penguatan integritas secara personal dan memberikan teguran dan peringatan kepada satkernya masing-masing itulah tugas pengawasan dan pembinaan, tidak boleh lagi ada transaksional terkait perkara”, tegas Wakil Ketua PT Palembang, Andreas Purwantyo saat membuka pembinaan.
Andreas juga menyampaikan bahwa jangan dianggap ini main-main, ini serius, kami tidak ingin terjadi apa-apa di PN Palembang, ketika era sudah berubah, kitapun harus berubah menjadi lebih baik dan jangan sampai yang kita kerjakan itu membuat penyesalan di kemudian hari, ingat dibelakang kita ada keluarga kita, anak kita, istri kita, orang tua kita, kalau kita kaji atau kita lihat, seperti apa, penyesalan itu datangnya kemudian, akibat yang kita rasakan.
“Apa yang kita lakukan, serapi apapun, dan seprofesional apapun yang menyangkut transaksional itu pasti ketahuan, KPK itu canggih. Kita tidak akan tahu jika kita dipantau, namun kalau kita tidak melakukan apa-apa mengapa kita takut, kita takut disadap jika kita salah, kita takut hanya kepada Allah bukan kepada manusia. Saya tidak main-main, itu perintah Ketua Mahkamah Agung, maka saya sampaikan, memang terasa pahit diawal tapi manis dibelakang, berhentilah dan hindari pertemuan-pertemuan diluar dinas terkait perkara, hindari pembicaraan melalui handphone, kembalikan percayaan masyarakat kepada lembaga institusi kita, jangan menghianati masyarakat pencari keadilan”, kata Andreas menambahkan.
Hakim Tinggi Pengawas Daerah, Jon Sarman Saragih menyampaikan nasehatnya dalam pembinaan tersebut bahwa memberikan dukungan kepada Para Hakim dan Aparatur yang telah menjaga Marwah MA, yang telah menjaga integritas pertahankan terus, jangan terpengaruh dengan yang lain, perbaiki mindset kita, saat ini peradilan yang modern menuju peradilan yang agung, jika masih seperti zaman jahiliyah yang masih belum baik segera tinggalkan.
Baca Juga: Penguatan Integritas dan Akurasi Kinerja, WKPT Pontianak Tinjau 4 Satker Ini!
“Ada tiga poin juga yang akan saya sampaikan jika kita masih bermain-main dengan perkara yaitu masuk penjara, berhenti, dan harta kita akan diusut sampai ke akar-akarnya, siapa yang menerima aliran dana kita termasuk keluarga kita, jadi berhentilah bagi siapapun yang masih bermain dengan perkara, jika pernah melakukan, maka tobatlah, zero tolerance untuk KKN”, ungkap Hakim Tinggi Pengawas Daerah, Rosihan Rangkuti menyampaikan nasihat.
Andreas mengingatkan para Pimpinan sebagai role model bagi bawahannya di kantor, harus mampu memberikan tauladan yang baik kepada Hakim dan Aparatur Peradilan, integritas itu tumbuh jika kita dekat dengan Tuhan, integritas merupakan jati diri kita, karena integritas merupakan identitas diri, iman tanpa perbuatan itu mati, perbuatan dan iman harus seiring sejalan, serta ini merupakan amanat dari Presiden sekaligus Ketua Mahkamah Agung untuk bersih-bersih peradilan, saling mengingatkan dalam kebaikan, Pimpinanpun jangan anti kritik untuk menerima teguran jika melakukan kesalahan, semoga kita semua mampu menjaga iman dan integritas kita. IKAW/FAC
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI